Forum Masyarakat Sipil berkomitmen mendorong pendidikan kesehatan reproduksi

Senin, 16 Oktober 2017 Posted Administrator Press Rilis

LP2M



 Aksi bersama memperingati Hari Kesehatan Seksual Nasional dilakukan oleh FKPAR dan jaringan dari wilayah Kota Padang, Kab. Padang pariaman, dan Kab. Tanah Datar pada tanggal 16 September 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman agar pendidikan kespro dilaksanakan sebagai sebuah gerakan pendidikan keluarga, 2) menguatkan posisi FMS dan FKPAR sebagai pihak utama yang menjadi penggerak masyarakat dalam mendukung dimulainya pendidikan kespro dalam keluarga, dan 3) memperoleh masukan untuk buku pegangan orang tua dalam pendidikan kespro dalam keluarga. Selanjutnya hasil diskusi tingkat FKPAR tersebut dibahas bersama FMS tingkat provinsi pada 20 September 2017. Dalam diskusi bersama FMS, salah satu kader perempuan mendorong agar FMS aktif menjadi penggerak masyarakat agar melakukan pendidikan kespro dalam keluarga, mendorong pendidikan kespro masuk ke dalam materi ekstrakulikuler sekolah, pesantren ramadhan dan mendekati tokoh agama agar materi ceramahnya memuat pengetahuan kesehatan reproduksi yang sehat dalam keluarga.

Pendidikan dan pemeriksaan Test IVA sebagai deteksi dini kanker serviks. LP2M bekerjasama dengan Puskesmas Puskesmas Lintau Buo Utara dan Puskesmas Pauh melakukan pendidikan dan pemeriksaan IVA  di Desa Datar (26 perempuan) dan di Kelurahan Lambung Bukit (50 perempuan). Melalui kegiatan ini, anggota FKPAR kabupaten/kota serta masyarakat/perempuan lainnya diajak untuk memahami pentingnya menjaga alat reproduksi dan melakukan pemeriksaan secara berkala sebagai upaya deteksi dini kanker serviks. IVA sudah menjadi program nasional pemerintah dalam rangka pencegahan dan deteksi dini kanker leher rahim (serviks) sejak tahun 2015. Oleh karena itu, pemeriksaan IVA menjadi salah satu layanan yang tersedia di Puskesmas dan bisa diakses oleh perempuan yang aktif secara seksual. Namun faktanya, masih banyak perempuan yang belum mengakses layanan ini karena jarak Puskesmas yang cukup jauh dan rasa takut atau malu akibat belum paham akan pentingnya pemeriksaan ini dilakukan.  LP2M mendorong agar tenaga medis Puskesmas yang hadir langsung ke kelurahan/nagari sehingga masyarakat lebih mudah untuk mengakses layanan ini.

FMS aktif mengawal perspektif HKSR dalam penyusunan regulasi. Pada periode ini, LP2M dan FMS aktif mengawal issu HKSR dapat masuk kedalam pembahasan legal drafting tiga dokumen (1) Draft Peraturan Wali Kota (Perwako) Padang tentang Pembinaan Anak, (2) Draft Peraturan Nagari (Perna) Koto Tinggi Kec. Enam Lingkung Kab.Padang Pariaman tentang Perlindungan Perempuan dan Anak, dan (3) Draft Peraturan Nagari Tanjung Bonai Kec. Lintau Buo Utara Kab.Tanah Datar tentang Perlindungan Perempuan dan Anak.


Bagikan Halaman Ini